
Selain rapat koordinasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis persiapan Apresiasi Bunda PAUD Tahun 2026 yang akan berlangsung mulai tingkat provinsi hingga nasional.
Melinda menegaskan, apresiasi tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja, inovasi, dan kontribusi Bunda PAUD dalam mendukung layanan pendidikan anak usia dini.
Ia juga mengingatkan agar setiap inovasi yang dikembangkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan penilaian.
“Saya mengajak seluruh Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan untuk terus bergerak, berinovasi, dan menjadi inspirasi di tengah masyarakat. Mari menjadikan setiap langkah dan program yang kita lakukan sebagai investasi terbaik bagi masa depan anak-anak Kota Makassar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P., menjelaskan bahwa terdapat lima pilar utama yang menjadi landasan kerja Bunda PAUD, yakni advokasi, koordinasi, sosialisasi, supervisi, dan inovasi.
Ia juga mendorong lahirnya berbagai program kreatif yang dapat dijalankan tanpa bergantung pada anggaran besar. Beberapa di antaranya meliputi PAUD Hijau melalui pemanfaatan pekarangan sebagai kebun edukatif, parenting digital berbasis WhatsApp, festival mini antar-PAUD, pojok baca berbasis donasi warga, Program Gizi Cerdas bersama PKK, hingga Kelas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi ibu hamil.





