MakassarNews

DLH Kota Makassar bersama Melinda Aksa Perkuat Kapasitas Guru Adiwiyata, Bangun Generasi Peduli Lingkungan

“Persoalan sampah tidak bisa lagi hanya diserahkan kepada pemerintah. Semua pihak harus terlibat, termasuk sekolah. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

Melinda juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini memasuki fase baru dalam pengelolaan sampah seiring kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan sistem open dumping di seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang baik dapat mendukung program Urban Farming yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar. Melalui konsep ekonomi sirkular, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk kebutuhan pertanian perkotaan, sementara hasil panennya berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA  Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Parepare Raih Penghargaan Program Kampung Iklim 2024 dari KLHK

Sebagai tindak lanjut, Melinda mendorong sekolah-sekolah untuk menghadirkan berbagai inovasi sederhana namun berdampak, seperti pembangunan Teba (Tempat Evakuasi Bahan Organik), penggunaan komposter, hingga budidaya maggot sebagai sarana edukasi lingkungan bagi para siswa.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan biopori modern sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan. Metode tersebut dinilai mudah diterapkan dan efektif mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

Lihat Semua

BACA JUGA  Perusahaan Jepang Tawarkan Teknologi Pengelolaan Sampah ke Kota Makassar
Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button