
Untuk memastikan ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori, seluruh peserta workshop diberikan tugas membuat video praktik pengelolaan sampah mandiri di rumah masing-masing. Menurut Melinda, pengalaman langsung akan menjadi bekal penting bagi para guru dalam mengedukasi siswa maupun orang tua murid secara lebih meyakinkan.
“Ketika kita sudah membiasakan diri mengelola sampah di rumah, maka akan lebih mudah mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Edukasi yang paling kuat adalah melalui contoh,” katanya.
Melinda berharap para peserta mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat. Ia optimistis sekolah dapat menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi pengelolaan sampah yang mendukung terwujudnya Makassar yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar selesai mengikuti workshop, tetapi muncul aksi nyata setelahnya. Sekolah harus menjadi contoh dan penggerak perubahan lingkungan di tengah masyarakat,” tutupnya. (*)





