
Pada sektor pendidikan, pemerintah telah merealisasikan operasional 16 Sekolah Rakyat yang melayani sekitar 1.750 siswa. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan sembilan Sekolah Rakyat baru dengan pagu anggaran mencapai Rp1,75 triliun.
Di bidang ketahanan pangan, Sulawesi Selatan mencatat produksi padi sebesar 5,39 juta ton dari lahan sawah seluas 1,03 juta hektare, memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dukungan APBN juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp7,78 triliun kepada 110.400 debitur. Program ini didominasi sektor pertanian dan perdagangan dengan subsidi bunga mencapai Rp683,23 miliar.
Selain itu, pemerintah telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp689,80 miliar untuk mendukung pembangunan dan kepemilikan 5.292 unit rumah bagi masyarakat.
Kementerian Keuangan menegaskan bahwa APBN akan terus menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendukung pembangunan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan realisasi belanja negara yang terus meningkat, penyaluran transfer ke daerah yang berjalan baik, serta dukungan pembiayaan bagi sektor produktif, APBN diharapkan mampu menjaga optimisme pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan hingga akhir tahun 2026.*





