
Selain mengawal pelaksanaan SPMB, Munafri meminta seluruh kepala sekolah segera melakukan akselerasi terhadap program prioritas pendidikan Pemerintah Kota Makassar. Ia menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.
“Pastikan tidak ada lagi anak-anak Makassar yang putus sekolah. Pendidikan harus bisa diakses secara merata dan berkualitas oleh seluruh warga,” ucapnya.
Appi juga memberi perhatian khusus pada pembenahan data pegawai, khususnya data guru, yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam proses pengukuhan kepala sekolah. Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan.
“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru. Data guru yang tidak akurat dapat menghambat karier mereka dan mengganggu pemetaan mutu pendidikan,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta para kepala sekolah menjadikan pembenahan, sinkronisasi, serta validasi data pegawai sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan setelah kembali ke satuan pendidikan masing-masing.





