
Tidak hanya itu, keberagaman adat istiadat, budaya, dan tradisi masyarakat Makassar juga dinilai memiliki nilai jual yang mampu memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata dan pusat kebudayaan di kawasan Indonesia Timur.
“Masih banyak hal yang perlu diperkenalkan dari Kota Makassar. Mulai dari destinasi wisatanya, kulinernya, hingga adat istiadat dan budayanya. Selama ini masih banyak potensi yang belum terekspos dengan baik. Melalui kegiatan seperti ini, semua potensi tersebut dapat ditampilkan dan diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai negara,” terangnya.
Muchlis berharap kegiatan promosi berskala internasional seperti IGS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena diyakini mampu memberikan dampak positif bagi Kota Makassar, baik dari sisi promosi daerah, peningkatan kunjungan wisatawan, maupun peluang investasi yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Dengan semakin banyaknya kegiatan internasional yang digelar di Makassar, maka semakin luas pula peluang untuk memperkenalkan daerah kita kepada dunia. Harapannya, tentu akan berdampak pada peningkatan investasi, kunjungan wisatawan, serta pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Makassar,” tutupnya.





