
Hal tersebut, kata dia, menunjukkan adanya peluang perdagangan dua arah yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia, termasuk pelaku usaha di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas pertanian dan hasil perkebunan Indonesia yang memiliki kualitas tinggi dan berpotensi besar untuk dipasarkan di berbagai negara.
“Tadi saya melihat banyak delegasi dari luar negeri membawa informasi mengenai kebutuhan bahan baku. Mereka jadi mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak komoditas yang bisa dipasok ke negara mereka. Ini tentu membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kita,” ungkapnya.
Melalui Business Forum IGS 2026, para pelaku usaha Makassar berharap hubungan bisnis yang terjalin dengan delegasi internasional tidak berhenti pada pertemuan semata, melainkan berlanjut menjadi kerja sama konkret yang mampu meningkatkan ekspor, investasi, dan memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Sebagai pelaku usaha di sektor kuliner, Mutia juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan potensi industri makanan dan minuman di Kota Makassar.





