
Ia memperkenalkan usahanya yang bergerak di bidang kuliner Timur Tengah sebagai salah satu contoh berkembangnya sektor gastronomi di Makassar yang kini memiliki pasar cukup besar.
“Saya kebetulan bergerak di bidang restoran Arab. Tadi saya memperkenalkan bahwa perkembangan kuliner Timur Tengah di Makassar sangat pesat,” ungkapnya.
“Bahkan restoran yang kami kelola menjadi salah satu restoran Timur Tengah terbesar di Makassar dan Indonesia Timur,” tambahnya.
Menurut Mutia, sektor kuliner memiliki keterkaitan erat dengan konsep gastrodiplomasi yang diusung dalam IGS 2026. Karena itu, kehadiran pelaku usaha kuliner dalam forum bisnis internasional tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi industri makanan dan minuman Makassar kepada dunia.
Ia berharap para investor dan pelaku usaha asing dapat melihat kualitas produk serta bahan baku Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Kami berharap para investor dan pelaku usaha luar negeri bisa melihat bahwa Indonesia memiliki banyak produk berkualitas yang layak masuk ke pasar internasional. Banyak bahan baku unggulan kita yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan,” harapnya.





