
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama menuju kawasan Indonesia Timur sekaligus pusat konektivitas perdagangan nasional dan internasional.
“Makassar adalah kota terbesar kelima di Indonesia dan menjadi pusat koneksi logistik antara Indonesia Barat dan Timur. Sejak abad ke-16, kota ini telah menjadi simpul perdagangan maritim yang menghubungkan pedagang dari Tiongkok, Arab, India, hingga Eropa,” ujar Munafri di hadapan para duta besar dan delegasi negara sahabat.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, kekuatan Makassar tidak hanya terletak pada posisi geografisnya, tetapi juga pada fondasi ekonomi yang terus tumbuh serta tata kelola pemerintahan yang semakin ramah terhadap investasi.
Menurutnya, keberadaan Makassar New Port (MNP) sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia Timur dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai hub penerbangan kawasan menjadi modal penting dalam mendukung arus perdagangan dan investasi.
Selain itu, Makassar juga berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang memiliki potensi besar sebagai koridor perdagangan internasional dan mampu meningkatkan efisiensi logistik global.





