
Menurutnya, kekurangan gizi pada masa tersebut dapat meningkatkan risiko stunting, gangguan perkembangan otak, menurunnya daya tahan tubuh, hingga berbagai penyakit di masa depan.
“Pemenuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun agar tumbuh kembang berlangsung optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Sri Suro Adhawati, menjelaskan konsep B2SA sebagai pedoman memilih makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk menjaga kesehatan keluarga.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat agar membiasakan pola konsumsi sehat berbasis pangan lokal.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat, TP PKK Kota Makassar turut menyerahkan bantuan bahan pangan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan nutrisi keluarga sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Makassar. (*)





