
“Bagi yang memahami dinamika Golkar, diskresi lebih dimaknai sebagai pemberian akses untuk ikut maju dalam Musda, bukan penentu hasil akhir ataupun jaminan kemenangan,” katanya.
Arief menegaskan, tanpa adanya diskresi, IAS tidak dapat mengikuti kontestasi karena adanya persyaratan PDLT yang harus dipenuhi setiap calon ketua.
“Kalau tidak mendapatkan diskresi, beliau tidak bisa ikut Musda karena ada syarat PDLT. Jadi fungsi diskresi pada dasarnya adalah membuka jalan agar yang bersangkutan dapat mengikuti proses pencalonan,” pungkasnya.*





