
Menurut Melinda, membangun budaya pengelolaan sampah membutuhkan proses yang panjang dan konsisten. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia, mulai dari bank sampah, komposter, budidaya maggot, hingga lubang biopori sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa Jelajah Sampah akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar. Kecamatan Panakkukang menjadi lokasi pertama pelaksanaan pada tahun 2026.
Menurutnya, program yang telah dijalankan sejak 2025 tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
“Melalui Jelajah Sampah, kami ingin membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan berkurang secara signifikan,” kata Helmy.





