
Menurutnya, RT dan RW memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat karena menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga agar mulai memilah sampah sejak dari rumah.
“Terima kasih kepada seluruh Ketua RT dan RW yang hadir hari ini. Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan bahwa perubahan itu dimulai dari lingkungan terkecil. RT dan RW adalah motor penggerak yang akan mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah,” ujarnya.
Melinda menegaskan bahwa perubahan budaya dalam mengelola sampah membutuhkan proses yang panjang, konsistensi, dan keteladanan. Ia mencontohkan pengalaman Korea Selatan yang membutuhkan waktu hampir dua dekade hingga mampu meningkatkan tingkat pengelolaan sampah dari di bawah lima persen menjadi lebih dari 90 persen.
Karena itu, menurutnya, perubahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.
“Yang paling penting adalah memulai dari diri sendiri. Sebelum mengajak warga memilah sampah, kita sebagai RT, RW maupun pemerintah harus lebih dulu melakukannya di rumah masing-masing. Keteladanan jauh lebih kuat daripada sekadar ajakan,” katanya.





