
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan Jelajah Sampah akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar, dengan Kecamatan Panakkukang menjadi lokasi pertama pada tahun ini.
Menurutnya, program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut merupakan gerakan edukatif sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya sebagai bagian dari target Makassar Bebas Sampah 2029.
Di kesempatan yang sama, Camat Panakkukang Syahril menyampaikan bahwa wilayahnya kini memiliki sekitar 50 titik urban farming dan puluhan bank sampah yang terus dikembangkan. Meski baru sekitar 20 persen masyarakat secara mandiri melakukan pemilahan sampah, keterlibatan Ketua RT dan RW dalam gerakan tersebut telah mendekati 100 persen.
Pemerintah Kecamatan Panakkukang pun menargetkan sedikitnya 50 persen masyarakat telah membiasakan memilah sampah dari rumah pada 2027.
Melalui Gerakan Jelajah Sampah, Pemerintah Kota Makassar berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, RT/RW, komunitas, dan warga, cita-cita mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, produktif, serta bebas sampah pada 2029 diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.





