
Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM dimulai dari lingkungan keluarga, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan, melalui pemenuhan gizi yang baik dan pola pengasuhan yang tepat.
“Transformasi kualitas SDM tidak dimulai dari bangku sekolah ataupun dunia kerja, tetapi dari dalam rahim ibu dan pola pengasuhan di lingkungan keluarga,” tegasnya.
Karena itu, Munafri mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.
Ia menekankan pentingnya memastikan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mencegah stunting, membangun karakter anak melalui pendidikan di rumah, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan emosional anak secara optimal.
Selain itu, Munafri memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Menurutnya, sosok ayah tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga harus mampu membangun kedekatan emosional dengan anak.
“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi absen secara psikologis,” katanya.





