
Ia juga mengingatkan agar penggunaan gawai di lingkungan keluarga dapat dikendalikan secara bijak sehingga tidak mengurangi kualitas komunikasi antaranggota keluarga.
“Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dan batasi screen time pada hal-hal yang produktif,” pesannya.
Menurut Munafri, berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran pelajar, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba tidak lepas dari melemahnya fungsi keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter.
Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua menjadikan rumah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang sehingga anak-anak memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan paling dirindukan, sehingga ke mana pun anak melangkah, kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka kembali ke jalan yang benar,” tuturnya.
Menutup amanatnya, Munafri mengajak seluruh masyarakat menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa. Menurutnya, pembangunan ekonomi maupun infrastruktur tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung SDM yang sehat, cerdas, bermoral, dan memiliki ketahanan mental yang kuat.





