
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus memperkuat upaya peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan melalui edukasi pencegahan penyakit menular yang digelar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar itu diikuti kader PKK dari berbagai kecamatan sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyakit menular.
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, yang membuka kegiatan tersebut mengajak seluruh kader PKK menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit menular.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat secara luas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK dapat memahami lebih dalam mengenai penyakit menular, cara pencegahan, serta penanganannya sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Indira.
Ia menambahkan, upaya pencegahan penyakit menular tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Kami ingin para kader tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menyebarkan pemahaman yang benar agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit,” tambahnya.
Pada kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan Sudirman Katu dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai HIV, mulai dari pengertian, faktor risiko, hingga cara penularannya.
Sudirman juga menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari. Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang benar sehingga tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS.
“Pemahaman yang benar tentang HIV sangat penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan secara tepat dan tidak memberikan perlakuan diskriminatif kepada orang dengan HIV/AIDS,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar turut menjadi narasumber dengan membawakan materi mengenai Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat layanan HIV untuk memudahkan masyarakat memperoleh akses pemeriksaan dan pengobatan.
“Saat ini Kota Makassar memiliki 100 layanan tes HIV yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik serta didukung oleh 53 layanan pengobatan HIV. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan,” ujarnya. (*)





