
Menurutnya, kehadiran booth Makassar tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga menggambarkan transformasi pembangunan yang sedang berlangsung di Kota Daeng melalui berbagai inovasi pelayanan publik, digitalisasi, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Beragam produk unggulan ditampilkan di dalam booth, mulai dari hasil kerajinan binaan Dekranasda Kota Makassar, koleksi aksara Lontara, teknologi fotografi berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga produk-produk ekonomi sirkular hasil karya Rappo Indonesia.
“Di antaranya terdapat kerajinan dari Dekranasda, ada juga dari Tim Rappo yang menampilkan produk-produk hasil daur ulang, kemudian ada Lontara, hingga fasilitas foto dengan teknologi AI dan sebagainya. Pameran ini terbilang sangat kompleks,” katanya.
Booth Makassar juga menghadirkan pengalaman budaya yang berbeda melalui pertunjukan seni tradisional. Pengunjung disuguhi penampilan Passinrilik yang melantunkan sastra lisan Sinrilik dengan iringan alat musik tradisional kesok-kesok, menghadirkan nuansa khas budaya Makassar yang memikat perhatian para kepala daerah, delegasi, dan masyarakat yang memadati arena pameran.





