
Pada kesempatan itu, Kota Makassar turut menjadi salah satu daerah yang mendapat apresiasi atas capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakernas, realisasi PAD Kota Makassar mencapai angka 194,67 yang menunjukkan kinerja fiskal daerah yang positif.
Selain itu, Bima Arya menekankan bahwa praktik-praktik terbaik dalam pembangunan tidak harus selalu dicari dari luar negeri. Menurutnya, banyak pemerintah daerah di Indonesia telah berhasil melahirkan inovasi yang layak menjadi rujukan nasional karena lahir dari kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.
“Saya merekomendasikan Bapak-Ibu mempelajari dengan detail berbagai inovasi yang dilakukan daerah-daerah seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah kota untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, skema tersebut menjadi alternatif yang efektif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Beberapa daerah seperti Semarang, Samarinda, dan Madiun disebut telah berhasil memanfaatkan skema KPBU dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayahnya.





