
Selain aspek pembiayaan, Bima Arya mengingatkan pentingnya membangun identitas daerah melalui city branding yang kuat. Menurutnya, city branding bukan sekadar slogan ataupun pencitraan, tetapi harus mampu merepresentasikan kondisi daerah saat ini, sejarah yang dimiliki, sekaligus visi besar pembangunan di masa depan.
“Branding bukan hanya pencitraan. Branding yang baik adalah citra hari ini, cerita masa lalu, dan cita-cita masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai Rakernas XVIII APEKSI merupakan momentum penting bagi pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi, menyelaraskan arah pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Munafri, asosiasi pemerintah kota memiliki peran strategis dalam membangun sinergi antardaerah sehingga berbagai tantangan perkotaan dapat dihadapi secara bersama melalui pertukaran pengalaman, inovasi, dan praktik-praktik terbaik.
“Asosiasi Pemerintah Kota memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus menghadirkan pembangunan yang tangguh, dan mampu menjawab berbagai dinamika yang terus berkembang,” ujarnya.





