
Ia menambahkan, peran muballigh dan imam kelurahan sangat strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dan menyebarluaskannya kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Selama tujuh hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain Tahsinul Qur’an, karakter dan sifat seorang muballigh, tafsir Al-Qur’an, hadis, penguatan akidah, fikih, hingga akhlak dan fikih khilafiah. Seluruh materi disampaikan oleh narasumber yang berkompeten melalui metode pembelajaran interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi sekaligus berbagi pengalaman.
Muhammad Syarief menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong penguatan kapasitas muballigh dan imam kelurahan melalui program pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
“Kami ingin membangun ekosistem pembinaan keagamaan yang kuat di Kota Makassar. Ketika para muballigh dan imam kelurahan semakin berkualitas, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya pemahaman keagamaan, terbentuknya karakter yang baik, serta terjaganya kerukunan dan persatuan,” katanya.





