
Pelaksanaan pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka menilai materi yang diberikan tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an melalui program tahsin, tetapi juga memperluas wawasan mengenai tafsir, hadis, fikih, dan akhlakul karimah yang dapat diterapkan dalam aktivitas dakwah sehari-hari.
Salah seorang peserta, Herlin, Imam Kelurahan Melayu Baru, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Selain menambah pengetahuan keagamaan, pelatihan juga menjadi wadah memperluas jaringan dan mempererat silaturahmi antarimam kelurahan dan muballigh.
Apresiasi serupa disampaikan Jumardi dari Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI). Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar yang terus menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi para muballigh.
“Kami mendapatkan banyak materi baru dan kesempatan berdiskusi langsung dengan sesama muballigh untuk saling bertukar pengalaman dalam berdakwah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan kami berharap dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tuturnya. (*)





