
Untuk mendukung implementasi tersebut, Universitas Hasanuddin juga menyiapkan infrastruktur komputasi berkapasitas tinggi melalui rencana penyediaan mesin server yang akan menjadi fondasi berbagai aplikasi AI di lingkungan kampus. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem digital yang aman, andal, dan siap mengakomodasi kebutuhan pengembangan teknologi pada masa mendatang.
Menurut Prof. Niswar, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika. Karena itu, seluruh pengembangan AI di Unhas akan diarahkan pada prinsip tepat guna, inklusif, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
“AI tidak boleh sekadar menjadi tren teknologi. AI harus menjadi mitra akademik yang membantu dosen mengajar lebih efektif, membantu mahasiswa belajar lebih mendalam, memperkuat kualitas riset, dan mendukung tata kelola universitas yang semakin cerdas. Di situlah transformasi digital menemukan maknanya,” tegas Prof Niswar.
Sejalan dengan pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Universitas Hasanuddin juga meluncurkan Artificial Intelligent System Unhas sebagai fondasi pengembangan berbagai layanan berbasis AI di lingkungan kampus.





