
Ia menjelaskan, kombinasi pemeriksaan IVA dengan tes HPV-DNA mampu meningkatkan akurasi deteksi dini sehingga kasus prakanker dapat ditemukan lebih cepat. Dengan demikian, penanganan medis dapat segera diberikan sebelum penyakit berkembang ke stadium lanjut.
Lebih lanjut, dr. Nursaidah berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari, sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.
“Kami berharap para bidan dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan menunggu munculnya keluhan berat, tetapi lakukan edukasi dan deteksi dini secara aktif agar kanker serviks dapat dicegah sejak awal,” tambahnya.
Pertemuan tersebut diikuti puluhan bidan dari berbagai puskesmas di Kota Makassar yang mendapatkan pembekalan dari narasumber di bidang kebidanan dan obstetri. Melalui kegiatan ini, Dinkes Makassar berharap cakupan skrining kanker serviks di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama semakin luas, sehingga upaya pencegahan dan penurunan angka kematian akibat kanker serviks di Kota Makassar dapat terus ditingkatkan. (*)





