
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan Jelajah Sampah tidak hanya menjadi agenda edukasi, tetapi juga menjadi wadah membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Melalui Jelajah Sampah, kami ingin menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti memilah sampah dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Helmi.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Makassar yang bersih tidak dapat dicapai hanya melalui peran pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan.
Karena itu, melalui Jelajah Sampah, DLH Kota Makassar terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat untuk memperluas edukasi dan mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan persampahan.
Selain mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, DLH juga mengajak warga mengurangi penggunaan produk sekali pakai, memanfaatkan bank sampah, serta mendukung berbagai program pelestarian lingkungan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar.





