
Kehadiran Unhas memiliki makna lebih dari sekedar representasi kelembagaan. Sebagai perguruan tinggi yang berada di jantung Coral Triangle (kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia), pengalaman Unhas dalam riset kelautan memberi perspektif yang sangat relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan global. Laut tidak lagi dipandang hanya sebagai sumber daya ekonomi, tetapi juga laboratorium alami untuk memahami perubahan iklim, konservasi biodiversitas, dan ketahanan pangan.
Pada JWG Indonesia-Prancis kali ini, terdapat 12 loka karya tematik. Delegasi Unhas membahas tema maritim, dimana Rektor Unhas, Prof. JJ, tampil sebagai narasumber berpasangan dengan Sébastien Reymond (ENSTA) dan François-Régis Boulvert (Naval Group). Turut hadir dalam delegasi Unhas, yaitu Prof. Dr. Amir Ilyas, SH, MH, Dr. Ansariadi, dan Dr. Sawedi Muhammad.
“Forum ini menunjukkan bagaimana riset modern semakin menuntut kolaborasi lintas negara. Tantangan seperti transisi energi, kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga teknologi nuklir tidak mungkin diselesaikan oleh satu institusi atau satu negara saja,” kata Prof. JJ dalam presentasinya.





