
Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini penting untuk mempercepat hilirisasi riset. Pengetahuan yang lahir di laboratorium perlu berkembang menjadi teknologi, produk, maupun kebijakan publik yang mampu meningkatkan daya saing bangsa.
Pada penutupan forum , Universitas Hasanuddin resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Joint Working Group Indonesia–Prancis edisi 2028. Penunjukan ini merupakan suatu kehormatan, sekaligus pengakuan internasional terhadap kapasitas Unhas sebagai simpul kolaborasi akademik yang semakin diperhitungkan.
Lebih dari itu, penyelenggaraan JWG di Makassar nantinya akan membawa pesan penting bahwa pusat kerja sama ilmu pengetahuan Indonesia tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Indonesia Bagian Timur memiliki modal ilmiah yang besar, terutama pada bidang kelautan, biodiversitas tropis, kesehatan, pertanian, dan pembangunan berkelanjutan.(*/anc/ir)





