
Pada kesempatan ini, Rektor Unhas memanfaatkan pertemuan dengan puluhan kampus ternama Prancis untuk memperluas kolaborasi. Salah satu capaian konkret adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan IMT Atlantique, institusi teknik terkemuka di Prancis. Kerja sama ini membuka peluang riset bersama, pertukaran akademisi, hingga pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Diskusi dalam JWG Indonesia – Prancis kali ini tidak hanya berfokus pada dunia akademik. Konsep triple helix, yaitu kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan industri, menjadi benang merah hampir seluruh pembahasan. Keterlibatan perusahaan teknologi, lembaga pendanaan, dan pemerintah menunjukkan bahwa inovasi hanya akan menghasilkan dampak nyata apabila hasil penelitian mampu diterjemahkan menjadi solusi yang digunakan masyarakat dan dunia usaha.
“Karena itu, kami mendorong lahirnya kesepakatan untuk penguatan program gelar ganda atau double degree, doktor dengan bimbingan bersama atau joint supervision, pertukaran mahasiswa dan peneliti, serta pembangunan laboratorium dan pusat inovasi bersama,” kata Prof. JJ, sapaan akrab Rektor Unhas.





