
Menurutnya, meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana akibat perubahan iklim menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Ia pun mengajak seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan keselamatan masyarakat.
“Tantangan kebencanaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang erat agar mampu menghadirkan solusi yang inovatif dan berpihak pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Munafri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperbanyak edukasi dan latihan kebencanaan, serta menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya dan ketangguhan sebagai karakter Kota Makassar.
“Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini menjadi langkah nyata mewujudkan Makassar yang semakin aman, tangguh, adaptif, dan berketahanan terhadap berbagai ancaman bencana,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, BPBD Kota Makassar juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 23 perguruan tinggi di Kota Makassar sebagai upaya memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui dunia pendidikan.





