
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan sejak di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dalam mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.
“Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar,” ujarnya.
Program tersebut menargetkan sekitar 1.000 mahasiswa dari setiap perguruan tinggi yang terlibat, sehingga diperkirakan akan lahir sekitar 23.000 mahasiswa yang memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan.
Fadli menilai pembangunan daerah yang tangguh tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Ketangguhan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan kesiapan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar,” pungkasnya. (*)





