
Melinda juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kecamatan Bontoala yang terus mendorong penguatan gerakan pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia berharap seluruh kelurahan di Kecamatan Bontoala dapat segera memiliki Bank Sentra Sampah sehingga sistem pengelolaan sampah semakin terintegrasi.
“Saya mengapresiasi komitmen Pak Camat beserta seluruh lurah yang terus membersamai program ini. Kolaborasi pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, RW, hingga masyarakat adalah kunci agar pengelolaan sampah benar-benar menjadi budaya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Melinda juga menyoroti besarnya potensi pengelolaan sampah organik di Kecamatan Bontoala yang memiliki tiga pasar tradisional. Ia mendorong pemerintah kecamatan membangun koordinasi dengan Perusahaan Daerah Pasar agar sampah organik dari aktivitas pasar dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna, bukan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Sebagian besar sampah pasar, sekitar 80 hingga 90 persen, merupakan sampah organik. Ini adalah potensi besar yang harus dikelola menjadi kompos, pakan maggot, maupun dimanfaatkan untuk mendukung urban farming,” jelasnya.





