
Tantangan terbesar dalam inovasi rumput laut adalah mempertahankan kandungan bioaktif tanpa mengorbankan cita rasa, tekstur, maupun penampilan produk agar tetap diterima konsumen. Dr. Kasmiati memulai penelitian sejak lima tahun lalu, mulai dari karakterisasi bahan baku, optimasi formulasi, pengujian laboratorium, uji organoleptik, standardisasi proses produksi, pengujian umur simpan, hingga evaluasi keamanan pangan.
“Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa program sarjana melalui tugas akhir serta diimplementasikan dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah pesisir. Sebelum didaftarkan ke BPOM, produk-produk tersebut telah diperkenalkan kepada kelompok masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan sehingga mampu menjadi salah satu alternatif usaha berbasis sumber daya lokal di desa binaan Unhas,” kata Dr. Kasmiati.
Keunggulan inovasi yang dikembangkan terletak pada formulasi yang menghasilkan pangan dengan kandungan gizi lebih baik tanpa menghilangkan karakteristik sensori yang disukai masyarakat. Inovasi ini menghasilkan pangan fungsional yang mudah diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.





