MakassarNews

Dinkes Makassar Ingatkan Diabetes Kini Ancam Generasi Muda, Pola Hidup Sehat Jadi Kunci Pencegahan

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap meningkatnya risiko diabetes melitus yang kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. Perubahan pola hidup dan kebiasaan konsumsi masyarakat membuat penyakit ini semakin banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan anak-anak dan remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengatakan diabetes saat ini menjadi salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, pola makan yang tidak sehat dan minimnya aktivitas fisik menjadi faktor utama meningkatnya kasus diabetes di kalangan generasi muda.

“Tren yang kita lihat saat ini cukup mengkhawatirkan. Diabetes tidak lagi identik dengan penyakit orang tua. Anak-anak, remaja, hingga usia produktif kini memiliki risiko yang sama apabila tidak menerapkan pola hidup sehat,” ujar dr. Nursaidah.

Ia menjelaskan, tingginya konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, serta minuman berpemanis menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko diabetes. Kondisi tersebut diperparah dengan gaya hidup sedentari atau kurang bergerak akibat terlalu lama duduk, bekerja di depan komputer, maupun menggunakan gawai tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Menurutnya, kombinasi pola makan tinggi gula dan rendah aktivitas fisik dapat memicu obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko utama diabetes melitus.

BACA JUGA  Dinkes Makassar Jemput ODGJ Tindak Lanjuti Aduan Warga Lewat Layanan Home Care

“Konsumsi minuman berpemanis dan makanan tinggi gula yang berlebihan, ditambah kurangnya aktivitas fisik, menjadi kombinasi yang berbahaya. Diabetes pada usia muda bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, tetapi merupakan akumulasi dari kebiasaan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes di dunia terus mengalami peningkatan dan diperkirakan mencapai lebih dari 850 juta orang pada 2050 jika tidak dilakukan upaya pencegahan yang efektif. Di Indonesia sendiri, diabetes menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular dan kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Karena itu, Dinkes Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan pola konsumsi anak sejak dini sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengenali gejala awal diabetes agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sering merasa haus, lebih sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lapar meski sudah makan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh.

“Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan kadar gula darah dan penanganan lebih awal,” katanya.

BACA JUGA  BKKBN Dorong Transformasi Digital Genre, Remaja Diharapkan Jadi Agen Perubahan Bangsa

Menurut dr. Nursaidah, diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan permanen, kerusakan saraf, hingga luka kronis yang berisiko menyebabkan amputasi.

Oleh karena itu, Dinkes Kota Makassar terus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Upaya tersebut dapat dimulai dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, rutin berolahraga sedikitnya 30 menit setiap hari, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan gerakan CERDIK, kampanye pencegahan penyakit tidak menular yang digalakkan Kementerian Kesehatan. Gerakan tersebut meliputi Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut apabila dilakukan secara konsisten dapat menurunkan risiko diabetes sekaligus berbagai penyakit tidak menular lainnya.

“Jangan menunggu sakit baru peduli terhadap kesehatan. Mari mulai dari sekarang membiasakan pola makan sehat, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan. Dengan menjaga kesehatan sejak dini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mempersiapkan generasi Makassar yang lebih sehat dan produktif di masa depan,” tutup dr. Nursaidah. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button