SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel , Shodiqin, S.H., M.M., menegaskan pentingnya peran remaja dalam pembangunan bangsa di era digital. Hal itu disampaikannya dalam acara Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre (ADUJAK) Sulawesi Selatan 2025, yang digelar di Universitas Hasanuddin, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Shodiqin, kelompok usia 10–24 tahun adalah segmen terbesar dalam populasi Indonesia dan memiliki potensi besar sebagai motor penggerak perubahan. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan serius yang dihadapi remaja, mulai dari kesehatan reproduksi, gizi buruk, hingga tingginya angka stunting.
“Generasi muda bukan hanya objek, melainkan subjek utama dalam mewujudkan Indonesia Emas. Untuk itu, transformasi digital perlu dimanfaatkan agar remaja mampu menyebarkan pesan-pesan positif kepada sesama,” ujarnya dalam sambutan via Zoom Meeting.
BKKBN mendorong pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana efektif untuk menyuarakan program Genre, termasuk kampanye pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, perundungan, dan isu kesehatan reproduksi.
Selain itu, Shodiqin mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat pusat informasi dan konseling remaja. Kolaborasi lintas sektor diyakini mampu memperluas jangkauan program Genre dan membekali generasi muda dengan keterampilan menghadapi tantangan global.
“Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis remaja Sulawesi Selatan dapat menjadi agen perubahan yang berdaya saing, sehat, dan siap menghadapi era Indonesia Maju,” tutup Shodiqin.(*)





