
Tak hanya itu, peserta juga mengikuti kelas praktik pengolahan sampah rumah tangga. Dalam sesi tersebut, masyarakat diajarkan mengolah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti kompos, maggot, dan eco-enzyme.
Melalui pelatihan tersebut, DLH berharap masyarakat semakin terbiasa mengelola sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA dapat terus ditekan.
Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah diterima, peserta bersama relawan melaksanakan aksi plogging di sejumlah titik di Kecamatan Mamajang. Dari kegiatan itu berhasil dikumpulkan sebanyak 394,06 kilogram sampah, yang terdiri atas 30,72 kilogram sampah organik, 24,94 kilogram sampah anorganik, dan 338,40 kilogram sampah residu.
Dominasi sampah residu menunjukkan bahwa edukasi mengenai pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah masih perlu terus diperkuat agar semakin sedikit sampah yang berakhir di TPA.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan Jelajah Sampah merupakan program berkelanjutan yang dirancang untuk membangun perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan edukatif yang mudah dipahami dan langsung dipraktikkan.





