MakassarNews

Jelajah Sampah 2026 di Mamajang, DLH Makassar Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memanfaatkan momentum Plastic Free July 2026 untuk memperkuat edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui program Jelajah Sampah 2026 yang digelar di Kecamatan Mamajang, Sabtu (25/7/2026), peserta berhasil mengumpulkan 394,06 kilogram sampah sekaligus mengampanyekan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Kegiatan di Kecamatan Mamajang menjadi titik ketujuh dari rangkaian Jelajah Sampah 2026 yang akan menyasar seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar. Program ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya guna mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.

Jelajah Sampah dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, bersama Camat Mamajang. Mengusung konsep edukasi yang dipadukan dengan aksi nyata, kegiatan ini mengajak masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak dimulai di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dari lingkungan rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Talkshow Persampahan yang menghadirkan Dewan Lingkungan Akmal Idrus dan Pengelola TPS 3R Karebosi, Fajar Harianto. Keduanya membagikan pengalaman mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber serta optimalisasi peran TPS 3R dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

BACA JUGA  Pelayanan Humanis RSUD Daya Makassar, Cleaning Service Jadi Simbol Kepedulian terhadap Pasien

Tak hanya itu, peserta juga mengikuti kelas praktik pengolahan sampah rumah tangga. Dalam sesi tersebut, masyarakat diajarkan mengolah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti kompos, maggot, dan eco-enzyme.

Melalui pelatihan tersebut, DLH berharap masyarakat semakin terbiasa mengelola sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA dapat terus ditekan.

Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah diterima, peserta bersama relawan melaksanakan aksi plogging di sejumlah titik di Kecamatan Mamajang. Dari kegiatan itu berhasil dikumpulkan sebanyak 394,06 kilogram sampah, yang terdiri atas 30,72 kilogram sampah organik, 24,94 kilogram sampah anorganik, dan 338,40 kilogram sampah residu.

Dominasi sampah residu menunjukkan bahwa edukasi mengenai pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah masih perlu terus diperkuat agar semakin sedikit sampah yang berakhir di TPA.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan Jelajah Sampah merupakan program berkelanjutan yang dirancang untuk membangun perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan edukatif yang mudah dipahami dan langsung dipraktikkan.

“Jelajah Sampah bukan hanya tentang memungut sampah, tetapi bagaimana mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah, melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang. Semakin banyak sampah yang selesai dikelola di tingkat rumah tangga, semakin sedikit beban yang masuk ke TPA,” ujar Helmy.

BACA JUGA  DLH Makassar Perkuat Edukasi Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga di Kelurahan Bitowa

Ia menambahkan, pelaksanaan Jelajah Sampah di seluruh kecamatan diharapkan mampu menciptakan efek berantai, di mana setiap peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan di 15 kecamatan karena perubahan perilaku tidak bisa dibangun dalam satu kegiatan. Edukasi harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara langsung. Ketika kesadaran itu tumbuh di setiap rumah tangga, maka cita-cita Makassar sebagai kota yang bersih dan target Makassar Bebas Sampah 2029 akan semakin mudah diwujudkan,” tambahnya.

Pelaksanaan Jelajah Sampah 2026 juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kampanye global Plastic Free July, yang mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membangun kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, relawan, dan masyarakat, DLH Makassar berharap gerakan ini dapat memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button