
Ia juga menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, guru, dan keluarga dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.
Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi penggunaan gawai, tidak hanya membatasi waktu penggunaan, tetapi juga membangun komunikasi, pendidikan karakter, serta pemahaman tentang keselamatan, privasi, kesehatan mental, dan etika di dunia maya.
“Ketika berada di ruang digital, anak tidak semata-mata patuh karena diawasi, tetapi memahami bahwa keselamatan, privasi, kesehatan mental, etika, dan masa depannya juga perlu dijaga,” tutur Roem.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkot Makassar dalam menghadirkan transformasi digital yang merata hingga wilayah pesisir dan kepulauan.
“Kehadiran kami di sekolah kepulauan menjadi pesan bahwa agenda transformasi digital Kota Makassar harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan,” pungkasnya. (*)





