NasionalNews

Produksi Nikel Naik 19 Persen, PT Vale Bukukan Kinerja Solid pada Triwulan II 2026

Ekspansi tersebut turut mendorong peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel. Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya. Secara kumulatif, volume penjualan semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat lonjakan penjualan menjadi 495 ribu wmt pada triwulan II, jauh lebih tinggi dibandingkan 89 ribu wmt pada triwulan sebelumnya. Total penjualan semester pertama di wilayah tersebut mencapai 584 ribu wmt.

BACA JUGA  Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

Perseroan menilai peningkatan kinerja kedua proyek tersebut mencerminkan keberhasilan penguatan kapasitas operasi sekaligus memperkuat strategi diversifikasi sumber pendapatan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar AS$290 juta pada triwulan II 2026 atau meningkat 15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan produksi dan menguatnya harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi AS$14.765 per ton.

Efisiensi operasional juga terus dijaga. Biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi AS$10.005 per ton dari sebelumnya AS$10.382 per ton. Sementara pada bisnis bijih nikel, biaya tunai tetap kompetitif, yakni AS$21 per ton di Bahodopi dan AS$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya logistik dan royalti.

BACA JUGA  Disdik Makassar Dampingi Wali Kota Percepat Verifikasi SPMB 2026, Tambah Tim Teknis di Sekolah Favorit

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button