
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri pengukuhan pengurus Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jumat (31/7/2026).
Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Appi itu mengapresiasi terbentuknya FKLA Sulsel. Menurutnya, forum tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia berharap FKLA tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi lintas agama dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Kota Makassar.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk saling bertemu dan merawat keberagaman yang telah kita bangun selama ini. Kota ini tidak menyediakan tempat untuk satu agama saja, tetapi menyediakan seluruh sudut kotanya untuk keberagaman seluruh masyarakat bisa hidup dan tumbuh bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Appi, sebagai kota metropolitan, Makassar memiliki tingkat keberagaman yang tinggi. Karena itu, perbedaan yang ada harus dipandang sebagai kekuatan untuk membangun kota, bukan sebagai sumber perpecahan.
Ia juga menyinggung penghargaan Harmony Award yang diraih Kota Makassar pada 2024 sebagai bukti bahwa komitmen menjaga kerukunan telah mendapat pengakuan secara nasional.
Appi menilai kehadiran FKLA akan semakin memperkuat semangat kemanusiaan yang tidak mengenal batas agama maupun kelompok. Dalam situasi apa pun, termasuk saat terjadi bencana, bantuan harus diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
“Saya pemeluk agama Islam. Saya tidak akan membantu hanya kepada saudara-saudara muslim yang membutuhkan bantuan saya. Ada juga saudara-saudara lain dari agama lain yang bisa menerima apa yang bisa saya bantu. Demikian pula sebaliknya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa kerukunan bukan hanya berkaitan dengan hubungan sosial antarmasyarakat, tetapi juga menjadi modal penting bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, keamanan dan stabilitas sosial akan menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kota Makassar. Dampaknya, aktivitas ekonomi akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.
“Kalau setiap hari ada konflik horizontal, konflik keagamaan, orang tidak akan mau datang. Maka dari itu, baseline, dasar dari segalanya adalah kerukunan antarumat beragama yang harus kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Appi berharap kepengurusan FKLA Sulsel yang baru dikukuhkan dapat segera menerjemahkan semangat kolaborasi tersebut ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen lintas agama untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar, termasuk mendukung peningkatan akses pendidikan.
Menurutnya, sekolah-sekolah swasta yang dikelola berbagai organisasi dan lembaga keagamaan dapat berperan membantu menampung peserta didik yang belum memperoleh tempat di sekolah negeri, dengan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kota Makassar melalui APBD.
Selain itu, Appi turut mengajak para tokoh agama menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program pengelolaan sampah. Ia menilai para pemuka agama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku, termasuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Menutup sambutannya, Appi berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi lintas agama, dan komunitas kemanusiaan terus diperkuat demi mewujudkan Makassar sebagai kota yang aman, harmonis, inklusif, dan semakin sejahtera.(*)





