
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus mendorong keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Salah satunya melalui kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang dilaksanakan di Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo.
Kegiatan tersebut diisi dengan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sekaligus praktik pengolahan makanan menggunakan bahan pangan lokal.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menyiapkan makanan yang sehat, bergizi, mudah diolah, serta tetap terjangkau bagi keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan keluarga yang berisiko mengalami stunting.
DASHAT sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi BKKBN sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Program ini mengedepankan pemanfaatan sumber daya pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting.
Dengan pendekatan tersebut, DASHAT tidak hanya berorientasi pada praktik memasak, tetapi juga mendorong perubahan pengetahuan dan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Edukasi mengenai pola makan seimbang menjadi bagian penting karena pencegahan stunting berkaitan erat dengan pemenuhan gizi, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemerintah melalui sistem pemantauan percepatan pencegahan stunting juga menempatkan periode tersebut sebagai masa penting untuk melakukan berbagai intervensi gizi.
Dalam pelaksanaannya, DASHAT menyasar kelompok yang memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi keluarga, seperti ibu hamil, ibu menyusui, keluarga yang memiliki balita, hingga keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.
Pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi salah satu pendekatan utama. Selain lebih mudah diperoleh, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu bergizi dengan biaya yang relatif terjangkau sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kota Makassar sendiri, isu stunting menjadi salah satu bagian dari indikator pembangunan kesehatan daerah. Data Satu Data Kota Makassar mencatat prevalensi stunting pada balita sebesar 2,2 persen pada 2023, turun dibandingkan 8,7 persen pada 2019.
Karena itu, edukasi berbasis keluarga seperti DASHAT menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan dan memperkuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak di tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan di Kelurahan Ende, DPPKB Makassar mendorong agar pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi diterapkan dalam pola konsumsi keluarga sehari-hari.
Pada akhirnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Keluarga sehat berawal dari kebiasaan sehat di rumah. Karena itu, upaya mencegah stunting dapat dimulai dari dapur, dari keluarga, dan dilakukan sejak dini. (*)





