
Ia menjelaskan, program Jelajah Sampah akan dilaksanakan di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar, termasuk wilayah kepulauan. Melalui program ini, pemerintah ingin memperluas edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang modern, bersih, dan berkelanjutan.
Melinda juga mengungkapkan bahwa pembenahan di TPA Tamangapa terus menunjukkan perkembangan positif. Area utama yang sebelumnya menjadi sumber bau kini sebagian besar telah ditutup dengan tanah, sementara sistem zonasi mulai diterapkan dengan memisahkan area aktif dan nonaktif sebagai bagian dari modernisasi pengelolaan TPA.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, peran RT, RW, lurah, camat, hingga kader TP PKK dinilai sangat penting sebagai ujung tombak edukasi di lingkungan masing-masing.
“Jangan pernah lelah mengingatkan warga. Edukasi memang membutuhkan proses, tetapi perubahan selalu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Selain itu, Melinda mendorong seluruh perangkat wilayah memahami berbagai metode pengelolaan sampah mandiri, mulai dari penggunaan komposter, pembuatan biopori, eco-enzyme, hingga budidaya maggot. Dengan begitu, edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.





