
Menurut Helmi, langkah tersebut bertujuan membangun kedisiplinan masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Makassar.
“Pengelolaan sampah bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, tetapi membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kami berkomitmen mewujudkan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar juga menyerahkan satu unit kendaraan roda tiga Viar kepada UPT Pantai Losari Kecamatan Ujung Pandang guna mendukung operasional pengangkutan sampah di kawasan wisata tersebut.
Kegiatan diawali dengan aksi plogging di sepanjang kawasan Pantai Losari yang berhasil mengumpulkan 49 kilogram sampah, terdiri atas 10 kilogram sampah organik, 25 kilogram sampah anorganik, dan 14 kilogram sampah residu.
Setelah aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku serta Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk membahas pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.





