
Menurut Roem, berbagai capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Kota Makassar meraih sejumlah penghargaan nasional di bidang transformasi digital sekaligus menjadi bukti bahwa digitalisasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Selain memperkenalkan Lontara+, Roem juga memaparkan layanan Call Center 112 sebagai sistem kegawatdaruratan yang siaga selama 24 jam, serta fungsi Makassar Virtual Economic Center (MARVEC) sebagai pusat integrasi dan analisis data Kota Makassar.
“Melalui MARVEC, pemerintah dapat memantau kondisi kota secara real-time, mulai dari CCTV lalu lintas, proses pelayanan pajak, pemantauan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), hingga berbagai indikator strategis lainnya yang menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data,” jelasnya.
Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi integrasi layanan publik, pengelolaan data lintas organisasi perangkat daerah, hingga mekanisme penyelesaian pengaduan masyarakat yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.





