
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, berharap HUT ke-102 menjadi momentum memperkuat nilai spiritual dan integritas seluruh pegawai.
“Melalui tausiah ini diharapkan nilai-nilai spiritual menjadi kekuatan dalam membangun etos kerja yang amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Aliyah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan peringatan HUT tahun ini digelar secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap kondisi kekeringan yang tengah terjadi.
“Tanpa seremonial karena kita tahu sekarang sedang dilanda kekeringan. Kami memilih mengisi HUT dengan kegiatan yang menyentuh sisi keimanan agar seluruh pegawai dapat menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian HUT diisi dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Ustaz Das’ad Latif. Perumda Air Minum juga akan menggelar family gathering pada 15 Agustus 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi.
Andi Syahrum mengungkapkan, salah satu tantangan perusahaan saat ini adalah keterbatasan meter air pelanggan. Kebutuhan meter sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu unit untuk pemasangan sambungan baru, penggantian meter rusak, maupun meter yang hilang.





