
“Layanan pelanggan saat ini terkendala ketersediaan meter air. Kebutuhan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu unit,” jelasnya.
Ia juga mengakui distribusi air ke sejumlah wilayah utara dan timur Makassar mulai terdampak menurunnya debit Sungai Lekopancing sebagai salah satu sumber air baku. Kapasitas pompa di Intake Manggala juga mengalami penurunan produksi, terutama pada malam hingga pagi hari.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, manajemen Perumda Air Minum Makassar memastikan langkah antisipasi terus dilakukan, mulai dari optimalisasi pompa, pengerukan saluran, perbaikan reservoir hingga pemeliharaan jaringan distribusi.
Munafri menegaskan seluruh langkah tersebut harus dilakukan sebelum kondisi kemarau semakin parah.
“Maintenance dan langkah antisipasi harus disiapkan sejak awal, jangan menunggu kemarau datang,” pungkasnya.(*)





