
Munafri juga mengingatkan potensi kemarau panjang yang dapat berdampak terhadap debit air baku. Ia meminta perusahaan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.
“Tahun ini musim kemarau diperkirakan cukup panjang. Ini akan memengaruhi debit air dan sumber-sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan. Karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang, fokus, dan konsentrasi dari seluruh elemen perusahaan,” katanya.
Selain kuantitas, Munafri menekankan kualitas air juga harus menjadi perhatian utama.
“Percuma air sampai ke rumah pelanggan kalau warnanya cokelat, hitam atau berbau. Yang harus terus ditingkatkan adalah kualitas pelayanan dan kualitas airnya,” tegasnya.
Ia juga meminta pengelolaan keuangan perusahaan dilakukan secara sehat dan efisien. Namun, efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Munafri turut menekankan pentingnya integritas pegawai dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pekerjaan di Perumda Air Minum harus dipandang sebagai bentuk pengabdian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.





