BusinessNewsRegional

Perkuat Kepastian Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan,MIND ID Tegaskan Dukungan Penuh Bagi PT Vale di Pomalaa

SOLUSIMEDIA.ID,POMALAA – Dukungan penuh Mining Industry Indonesia (MIND ID) terhadap pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Komisaris MIND ID sekaligus Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin ke kawasan proyek PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Dalam kunjungan tersebut, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran hadir bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, jajaran manajemen PT Vale, antara lain Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer Budiawansyah dan Chief Project Officer Muhammad Asril, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Bupati Kolaka H. Amri, Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha .Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Sugeng Riyanta.

Sebagai bagian dari agenda strategis hilirisasi mineral nasional, IGP Pomalaa dikembangkan untuk memperkuat nilai tambah sumber daya mineral Indonesia sekaligus mendukung posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Di Blok Pomalaa, PT Vale bersama mitra globalnya membentuk perusahaan patungan PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) untuk membangun fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

BACA JUGA  PT Vale, Kodim 1412, dan Pemkab Kolaka Bersinergi Wujudkan Hunian Layak dan Perkuat Akses Kesehatan

Fasilitas tersebut dirancang untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan estimasi kapasitas produksi tahunan sekitar 120.000 ton nikel dan sekitar 15.000 ton kobalt yang terkandung dalam MHP. Produk tersebut merupakan bahan baku penting dalam pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

Melalui pengembangan proyek ini, PT Vale tidak hanya mendukung agenda hilirisasi nasional, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem industri baru, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengembangan kapasitas tenaga kerja, serta terbukanya peluang usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Dalam peninjauan lapangan, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

“Holding tentu akan maksimal dalam mendukung anak holding [PT Vale]. Ada [muncul] persoalan-persoalan riak sosial itu, kita lakukan rapat di Jakarta, lalu melakukan peninjauan situasi aktual di lapangan dengan mengajak serta Forkopimda, Polda, Kodam, Bupati, dan Kejaksaan. Harapannya, semua persoalan bisa diselesaikan dengan sinergi tanpa meninggalkan masyarakat. Jadi kita ingin kawasan industri ini maju, masyarakatnya maju, alamnya lestari,” ujar Komjen Pol. Fadil Imran.

Komjen Pol. Fadil Imran juga menyoroti dampak berganda yang telah tumbuh seiring dengan perkembangan kawasan industri di Kolaka. Aktivitas ekonomi di sektor transportasi, kuliner, perhotelan, pariwisata, serta penyerapan tenaga kerja menjadi bagian dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan daerah.

BACA JUGA  PT Vale Siapkan Perundingan PKB ke-22, Dorong Hubungan Industrial Harmonis dan Berkeadilan

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen memastikan setiap tahapan pembangunan IGP Pomalaa berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan, kepatuhan hukum, tata kelola yang baik, serta penghormatan terhadap masyarakat lokal.

“Bagi PT Vale, keberhasilan IGP Pomalaa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik proyek, tetapi juga dari kemampuan kami menjaga kepercayaan masyarakat, mematuhi regulasi, dan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi daerah. Kami percaya, hilirisasi yang kuat harus berjalan bersama tata kelola yang baik, dialog yang terbuka, serta perlindungan terhadap lingkungan dan hak masyarakat,” ujar Budiawansyah.

Sementara itu, Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas HPAL Pomalaa terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, disiplin pelaksanaan, serta prinsip penyelesaian proyek yang bertanggung jawab.

“IGP Pomalaa adalah proyek strategis dengan skala besar dan tingkat kompleksitas tinggi. Karena itu, setiap tahapan pembangunan kami jalankan secara disiplin, terukur, dan mengutamakan keselamatan. Kolaborasi bersama KNI, IPIP, Huayou, Ford, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek ini dapat memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia dan masyarakat Kolaka,” kata Muhammad Asril.

Seluruh tahapan pembangunan IGP Pomalaa akan terus mengacu pada praktik pertambangan yang baik, standar keselamatan kerja, tata kelola lingkungan, kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.(*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button