
“Target utama kita adalah memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada laporan atau prototipe di dalam kampus. Melalui dukungan LPDP dan BOPTN ini, kita mendorong agar inovasi dari Unhas dapat diproduksi secara luas, dimanfaatkan oleh industri, serta memberikan manfaat langsung bagi perekonomian dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat,” jelas Prof. JJ.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPDP Kementerian Keuangan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Unhas dalam pelaksanaan Program Hilirisasi Riset Tahun 2026.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh inventor Unhas atas dedikasi dan kerja kerasnya sehingga berhasil menghasilkan 67 proposal yang memperoleh pendanaan. Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan. Kami berharap para inventor terus berinovasi, memperluas kolaborasi dengan mitra industri, serta memastikan setiap karya mampu memberikan dampak bagi kemajuan bangsa dan dunia,” tutur Prof. JJ.
Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas inovasi, tetapi juga oleh perlindungan kekayaan intelektual dan tata kelola kemitraan yang baik.





