
Dalam paparannya, Prof. Sastia menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi akan melalui rangkaian proses metabolisme. Metabolomics memungkinkan peneliti mengukur dan memetakan metabolit secara komprehensif untuk memahami apa yang berlangsung dalam sistem biologis.
“Tugas kami adalah melakukan pemeriksaan dan pengukuran metabolit secara komprehensif. Kita tidak bisa melakukan inovasi kalau kita tidak tahu bagaimana sistem ini bekerja,” kata Prof. Sastia.
Riset Prof. Sastia mencakup metabolomics, functional foods, agricultural products, dan tropical bioproducts. Melalui Global Food and Agricultural Technology Laboratory, ia mengembangkan riset untuk meningkatkan kualitas produk pangan dan pertanian dari sisi kandungan nutrisi, karakteristik sensoris, serta manfaat fungsional. Bidang yang dikembangkan meliputi Bioresource Exploration and Upcycling, Food Processing and Technology, Food for Health and Wellbeing, serta Food Fermentation Technology.
Menurutnya, pangan sehat juga perlu memiliki cita rasa yang menarik agar dapat diterima masyarakat. Tantangan tersebut semakin relevan di tengah tingginya konsumsi ultra-processed food.





