MakassarNews

Ahli Metabolomics dari Jepang Hadir di Unhas, Ungkap Cara Merancang Pangan untuk Kesehatan

“Inovasi pangan perlu mempertemukan manfaat kesehatan dengan karakteristik sensoris yang disukai konsumen. Yang penting adalah bagaimana kita memodulasi food flavor, tetap menarik tetapi sehat,” kata Prof. Sastia.

Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan pangan fungsional karena kekayaan biodiversitas tropisnya. Contohnya adalah pemanfaatan kulit pisang sebagai sumber serat. Prof. Sastia mengembangkan kulit pisang untuk digunakan dalam produk seperti pancake sebagai alternatif tepung terigu. Inovasi tersebut sekaligus merespons rendahnya konsumsi serat dan membuka peluang pemanfaatan bahan yang selama ini kurang digunakan.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Budaya dan Ekonomi Kreatif Melalui MIWF 2026

“Kami juga fokus pada pengembangan alternatif pangan bebas gluten serta hubungan antara makanan dan mikrobiota usus. Keberagaman bakteri baik di dalam usus sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, sehingga pangan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan,” kata Prof. Sastia.

Melalui pendekatan Food for Health and Wellbeing, pangan dipandang tidak hanya sebagai sumber energi dan zat gizi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Perspektif tersebut membuka peluang kolaborasi antara bioteknologi, ilmu pangan, pertanian, kesehatan, mikrobiologi, dan teknologi analisis metabolit.

BACA JUGA  Unhas Luncurkan Pengoperasian 600 Unit Sepeda Listrik Canggih, Perkuat Green Campus

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button